David melewati tahun-tahun tanpa merasakan layaknya anak yang lainya. Dia berbicara pada seorang ayah jika dia terlambat pulang kerumah. Selalu teelambat sampai larut malam, itulah jadwal pulang si David.
Sampai usianya 15 tahun, dia menjalananinya sesua dunianya. Bahkan ayahnya mengatakan "David bukanlah seorang anak yang punya banyak teman, dan kurasa itu hal yang buruk".
Suatu ketika, David menuju tempat selacar. Dan itu adalah awal pertemuan si Mellie. Melihat Si Mellie sendiri, David menghampirinya. Tangannya sedang mengenggam bulatan seperti bola salju, terbuat dari kaca berisikan air dan beberapa tumbuhan sebagai penghias. David menyedorkan tangannya ke Mellie untuk memberikan bola itu. Ternyata itu adalah pembeeian hadia pertama David untuk Mellie.
Mereka berbicara sambil tatap-tapan, mereka hanyut dalam lautan suka. Dan kayaknya mereka bermain disamudra perasaan. Tiba-tiba perbincanganereka berhenti menjadi perkelahian, karena Mark teman Mellie datang dan mengambil bola itu dari tangan Mellie lalu melemparnya sangat jauh dilerwng gunung es.
Mellie sangat marah dan menagis. David berlari menuju arah bola itu. Mellie berteriak kawatir atas apa yang dilakukan David. Itu sangat membahayakn nyawah David, karena es itu bisa saja rutuh karena berat badan david melampaui kekuatan penahan kerutuhan lapisan es itu. "David, lupakanlah hal itu, balik kesini, bahaya David", begitu teriakan Mellie kepada David yang terus berjalan menuju arah bola itu yang dilemparkan oleh Mark.
David berhasil meraih bola itu. Dia berbalik kembali kearah Mellie. Dua langkah kemudian, kekawatiran Mellie terbukti, dan David tenggelam dalam Es. "David.....David...David" teriak sambil menagis. Mellie menyesalkan hal itu.
Next... 8 tahun kemudian, David muncul kembali. Entah bagaimana itu bisa terjadi.
Bersambung.
(a/n sabri)
Bagi Artikel ini
Post a Comment