Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Puisi Tanpa Zaman

Hamsir Jailani 


“KAU”

Kenapa merah jingga itu
Untuk apa warna tak elok itu
Sakit, kamu sakit
Ah..Sudahlah, disana masih ada ruang kosong yang tak terisi..


“PUTRI MALU”

Senyum, ah..senyum itu lagi
bagai lagu teraliri simfoni yang menyejuk
dua bola mata dengan alis bagai pedang sang samurai...


“KOTAK MISTERI”

Kunci, kau buang entah kemana
Kunci, dimana kutaruh
Malam masih hitam
Pagi masih takut menjelang
Kotak, kau taruh dikota hiruk pikuk
diantara ribuan pena yang siap mencatat..


“PIRING KOSONG”

Dimana letaknya?
dimana kuenya?
Ahh...kenapa tak kau sisakan buatku kawan..!!?
Melompong sudah, namun tak berlobang
Ingin kuremuk dan kupecah saja
agar tak tersembunyi lagi pecahannya yang berniat mengiris..


“DUA LAUT BERDOA”

Kusisipkan sedikit titik agar rintik berhenti menitik
Semesra kata tak berhuruf deru bertalu-talu yang tak berhenti mengeja semesta
Awan hitam berarak, beriring bagai suara dering yang serak
Ombak merangkai laut bagai tarian tombak berbaris pendhem di pinggir benteng
Dua laut bertemu dalam kata bersama menata mata hidup para pelaut..


“EUFHORIA ESOK PAGI”

Kau dendangkan duka lara
Kau nyanyikan lagu sendu
Kau lari tak berhenti entah arah mana kan kau tuju
Di balik bajumu, peluh mengucur membasahi
Kau yakin, esok kabar darinya kan menyapa harimu dan mewarnai segala jenis tujuanmu
Senang sedihmu tetap kau bagi agar pagi menyehatkan nadi
Keyakinanmu meluruhkan egomu sampai akhir penghujung waktu kaupun berteriak lantang "SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA"


“PECAH KONGSI”

Segala bentuk perpisahan itu kadang baik dan buruk,
Kadang menyedihkan namun kadang pun menggembirakan..
"all about persfektif"
Jika perpisahan lebih baik itulah pilihannya
Jika saling menjauhi mampu membebaskan kenapa harus bertahan
Perpisahan yang buruk kadang menyiksa
Perpisahan yang baik mungkin menggembirakan
"all about persfektif"
Perpecahan mungkin rumit diperbaiki namun perpisahan masih bisa disatukan
saling menjauh pun masih bisa didekatkan
"all about choice"
Perpecahan rasa, perpecahan pilihan, perpecahan ideologi, perpecahan politik dan perpecahan CINTA senantiasa menyisakan lubang..Kadang dalam tapi kadang pun luas..
Pecah...Pecah...Pecah..adalah satu suku kata yang multiberhasil mencipta konotasi buruk..


“JAM TANGAN”

Waktu pagi ini merambat begitu ringkas terasa
Kulirik  jam tak menunjukkan tanda yang berbeda dari kemarin
Jamku adalah jam murah, tiga puluh ribu saja disana dipasar loakan
Tiap lihat iklan di TV aku merasa tertarik menggantinya
Tapi setelah kusadari, iklan kadang menjebak
Maka niatku urung, berpindah ke niat yang lain
Temanku memakai jam mewah, datang dihadapku sambil bicara
Ngalor ngidul, seolah ingin menyampaikan “ini jamku jam mahal dari Korea”
Tangannya berseliweran, tak bisa diam
Kutahu maksudmu teman, pamer dihadapku sambil berniat menyindirku
Hm..apa yang salah?
Apa yang beda?
Tidak ada yang salah
Yang beda, karena jammu dari Korea dengan harga seratus kali lipat dari jamku
Tapi, kufikir kebutuhan kita sama tak ada yang beda tentang jam
Sama-sama butuh penunjuk waktu, ketika jammu menunjukkan jam satu maka jamku pun demikian
Karena kita masih tinggal dibumi yang sama kawan…!!!


“DARI SENYUM WARNA BIRU”

Tak terasa malam semakin larut, jejaknya tak berbekas
menuju titik henti peralihan untuk memulai
pada dingin yang menusuk, mengusik hadirku kini disini
ingin beranjak namun warna BIRU itu seolah menahanku
"Jal, jangan pergi dulu temanilah aku dulu"
Senyummu mengusikku merusak kerja jantungku,
denyutnya kini mulai tak beraturan
kutekan nadiku, ada bunyi menciut kurasa bukan nyaliku
seonggok harapan menggodaku namun BIRU itu menyilaukanku
Otakku panas dingin, mungkin hanya pengaruh arus cuaca yang menggiringnya
Mataku mulai sayu bukan karena ngantuk
tapi warna BIRU itu menguncinya untuk sekejap berkedip
BIRU,,berikan aku izin untuk beranjak agar malam ini pertemuan kita tak berakhir..


“AKU TAK SEKEDAR ADA”

Aku tahu, kau disana terbaring dengan kesakitanmu,bukan jasadmu tapi jiwamu
Ketidaksiapanmu mengantarmu resah
Kau, hanya siap menerima segala yang baik tentangku
Dan tidak siap menerima segala yang buruk dariku
Egomu mengalahkan logikamu, hingga catatan ini kutulis kaupun masih dalam kondisi yang rumit untuk sekedar bersahabat dengan dirimu sendiri
Kerapuhanmu mendorongku untuk menguatkan dinding rasamu agar kau tahu hidup itu keras dan butuh nyali
Takkan kulepas apa yang telah kugenggam dan takkan kukejar dia yang telah lari
Ketahuilah,,aku masih disini, bersamamu..meski jauhku tak berjarak dan dekatku pun tak tersentuh..!!!


“SEKILAS”

Hidupmu muncul bagaikan embun, dan menghilang bagaikan embun pula
Inilah mimpi setelah mimpi
Bagaikan angin berhembus
Bagaikan fatomorgana dilautan luas
Gerakmu bagai khayalan membuncah
Meliuk dan berdendang
lalu pergi membawa pesan duka lara..


“NIKMATNYA CINTA”

Nikmati kerinduanmu, biarkan ia tumbuh sempurna
Saat rindumu menyiksamu, nikmatilah !!
biarkan ia bergelora agar bisa melumpuhkan saraf sarafmu
Biarkan ia menggunung, berbaris-baris bagai tentara dibawah terik sang surya
Biarkan ia memanasi jiwamu, agar tubuhmu bisa menggigil menggeliat
Untuk merasakan nikmatnya MENCINTAI, biarkan dirimu merana karenanya, biarkan jantungmu berdetak lebih kencang..
Kau mungkin akan nampak gila, biarkanlah..
Mereka tidak tahu bagaimana nikmatnya mencintai saat rasa rindu berkumpul menjadi belati belati tajam dibalik sarung pedangmu...
ITULAH NIKMATNYA "CINTA"


“RINDUMU YANG BERBISA”

Aliran darahmu rusak, otak rasionalmu tunduk
Gerakmu mulai linglung, suara dengkurmu menggemuruh
Tidurmu tak bermimpi, terjagamu penuh ngantuk
Nafsu lahapmu menghilang menembus ususmu hingga menciut
Kau mulai menggila, tak mampu mengusai bisikan egomu yang merajai segala prinsipmu....


“PUNTUNG ROKOKKU”

Aromanya mulai tak sedap, tak ada
cita cecap cium
Mungkin bentuknya tak menarik,
asapnya tak mengepul tapi masih tetap
membahayakan "anu" yang itu..
Di jariku bertengger, kuputar putar
bagai profesional ketagihan, mungkin
hanya mode untuk sekedar exist
sebagai sosok lelaki berjanggut tak
berkumis dengan rambut plontos bagai
yahudi tersesat di jalan satu arah..


“SAJAK PAGI INI”

Sajak sajak yang kau dendangkan sedari pagi seolah menginterogasi nafasku, terengah daku dibuainya
Sanggupkah mentari bertahan tanpa sinarnya ataukah bulan dengan putih sucinya
Kucoba kugaruk namun tak gatal, lalu kutelan bak air panas mendidih



“PALINDROM”

Dari susunan kata perkata, didepan kebelakang & belakang kedepan, sama dengan bentuk dan ciri yang beda
Kucoba mengulangi setiap bait kata dalam kalimat tak berdawai itu, tapi selalu saja kutemui dedaunan gugur ditengah padang pasir tanpa oase...!!



“LAMBARDO-LAMBARDI-LAMBHORGINI”

Kekuatan kemesraan mulai rumit ditafsir
Keelokan tutur mulai tak dinilai
sebab kata mulai tak berkuasa
Suara dibalik kemeja galaumu mengukir tajam makna-makna tak beraturan bagai lolongan anjing kelaparan setahun bertahun
Bulu-berbulu mulai merinding diterjang angin tak sepoi bagai siluman ular membersihkan sisik berbunyi gemerisik
Kesepian mulai menepi dibibir waktu yang semakin menjauh menjulang ke langit utara
Kepedulian bagai fatamorgana menipu para pejuang suluk didaratan luas nan panas mengganas
Kematian semakin mendekat bagai bergerak cepat membaca segala arah dimana letak dia merasa tepat untuk mengumpat...



a/n Hamsir Jailani


Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com