![]() |
| Sumber : forum.gogamers.us |
Di Makassar , aku kembali aktif. Inilah yang mau aku bilang. Salah satu kegiatan selain kuliah adalah aktif di KOSKAR PPB. Mail, ALauddin dan Rahman aku kenal karena kami satu organisasi. Makanya aku tak cukup dipersulit untuk dalam mencari petunjuk mengenai Kuliah dan Makassar secara umum, secara mereka lebih duluan dari saya ke Makassar. Karena KOSKAR pula aku banyak dipertemukan oleh teman teman se-Daerahku. Ada Halik ( Pak Tentara), Zainuddin yang belakangan nyusul ke makassar karena menyelesaikan M.a nya di Bantaeng, lalu kemudian lanjut S1 di Makassar. Ada pula Arga, Hamjal yang sebenarnya dia adalah Sahabat sejatiku mulai di Bantaeng, apa lagi ketika kedatanganya kuliah di Universitas Indonesia Timur, satu kampus denganku namun dia jurusan kehutanan sedangkan aku Hukum. Meski begitu aku sangatlah akrab. Aku juga berteman baik dengan Ediyatma.
Orang yang paling banyak mengisi hari hariku adalah sahabatku sekaligus dia adalah keluargaku, dia adalah Alauddin. Dia banyak membantuku memperkenalkan Kota Makassar ini. Dia banyak mencoret -coret isi kepalaku, memperkenalkanku dengan dunia dunia diluar kampus. Mengajakku bergabung bersama mahasiswa diluar kampusku, Universitas 45 Makassar, UNM, UNISMUH, UMI dan Universitas Hasanuddin Makassar. Dia kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar, makanya dia banyak memperkenalkan tradisi tradisi disana, diskusi diskusi, lesehan Kampus dan bedah Buku. Aku pernah diajak dan diperkenalkan dengan organisasi Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi, Forum Mahasiswa Demokrasi yg merupakan pecahan LMND. Aku juga perna diajak diskusi kebebrapa kampus dan beberapa oraganisasi Daerah lainya.
Baca buku dan diskusi, itulah saran yang selalu diulang-ulang Alauddin kepadaku. Makanya aku selalu membeli buku dan rajin membacanya. Aku paling suka dengan tema-tema social. Aku juga paling suka dengan Buku Karl Marx, Plato, Aristoteles dan Syari’ati. Meski Alauddin selalu bilang padaku, bahwa jangan focus pada tema-tema tersendiri tapi bacalah semua, agar kau bisa banya tau tentang ilmu dan pengetahuan. Aku selalu menghabiskan waktu malamku didepan Universitas Islam Negri Makassar, aku biasanya keluar malam dengan membawa buku yang banyak untuk aku baca. Entah kenapa aku lebih asik membaca jika ada ditempat itu.
Mungkin kini kamu mulai membaca seperti apa aku saat masih kuliah. Atau paling tidak kamu sudah bisa tau aliran pengetahuanku kemana. Iyakan? Aku tau itu. Kamu mau bilang, ternyata aku ini anak kiri, kalau mau dibagi antara kiri dan kanan. Istilah ini juga bukan hal yang tidak kamu ketahui. Jika kamu berjalan kesalah satu kampus di Makassar, dan melihat mahasiswa secara stilenya, rambutnya yang gonrong, celananya yang sobek sobaek, lalu kau mengatakan, uh…disana ada anak kiri. Identik dengan cerdas secara gagasan, suka dengan demonstari memacet macetkan jalanan tiap minggu. Aku hanya mau bilang, ia aku seperti itu dulu. Styleku seperti yang kusebutkan diatas.
[..]
Aku mengingatnya. Hari itu kami dan teman temanku dirumah sedang melakukan pelatihan. Aku sebagai Koordinator pemandu yang tentu sangat tidak boleh jauh apa lagi meninggalkan lokasi pelatihan. Mungkin buatmu, pelatihan ini sangatlah buruk karena dilakukan dirumahku. Jangan salah, ini adalah proses intelektualisasi yang ditambah dengan doktrin dan idiologisasi. Loyalitas atas pandangan dunia yang sama. Tentunya tidaklah menakutkan jika akusebutkan hal itu. Begitulah yang sering kulakukan bersama Alauddin dan beberapa teman temanku. Negeri ini harus dibangun dengan pencerdasan kepada generasi mudanya. Sekaligus menjalankan amanat UUD 45 tentang ikut mencerdaskan Bangsa, salah satunya menurut kami adalah pelatihan atau perkaderan merupakan satu dari sekian banyak cara untuk melakukan “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.
Tiga hari lamanya kami melakukan perkaderan. Dan saat itu subuh hari Ala ditelephone lalu kemudian dia mengajakku keluar rumah, namun sebelumnya aku haru menutup dulu perkaderan sebelum keluar. Bukan hanya itu, aku akan lebih cepat pulang karena malam harinya lagi akan terjadi Musyawarah besar ditingkat kepengurusan wilayah kota Makassar, aku harus hadir.
Aku keluar bersama Alauddin, menuju ke kampus Universitas Negeri Makassar Gunung Sari. Banyak mahasiswa yang berkumpul disana. Sambil membawa baliho, bendera dan megaphone sebagai pengeras suara saat melakukan aksi demonstrasi. Artinya kami dipanggil untuk ikut terlibat aksi. Aku baru mengerti. Hari itu issu tentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. Mungkin kalian masih ingat waktu itu untuk SBY menaikkan harga BBM, dan seluruh Mahasisiwa di UNiversitas seindonesia melakukan penolakan. Termasuk kami salah satunya yang ada di Makassar.
Ini luar biasa, issu nasional kemudian seluruh Universitas yang ada di Makassar terlibat dalam aksi front. Ada UNM, ada Unhas pada waktu itu titik sentral untuk bertemu didalam kampus UNHAS. Unismuh dan UIT ikut dalam barisan kami. Sebelum berangkat, salah dua diantara kamu maju berorasi didepan kampus UNM Gunug sari sekaligus nahan mobil untuk kami tumpangi ke lokasi titik Central seusuai rute yang telah ditentukan sebelumnya. Rute dan target hari itu adalah dari masing masing Universitas mengakomodasi kelompoknya masing masing dan berkumpul didalam lokasi kampus UNHAS.setelah itu, kami rencananya harus orasi di kilo empat, dan didepan UNHAS, tujuannya agar seluruh ruas jalan yang ada dimakassar terkunci. Dari itu lalu rencana kami lanjut untuk mengambil alih telkomsel. Mematikan operator dan alat alat selama satu jam, agar komunikasi lumpuh. Lanjut setelah itu kami yang tergabung dari front Mahasiswa Makassar akan menuju Bandara dan lumpuhkan selama satu jam juga, tujuannya agar transportasi darat kacau. Mungkin kalian mulai khawatir atas rencana kami waktu itu. Dan pastinya kamu sudah menyalahkan kami. Atau bisa juga anda bertanya tentang tujuan dari semua itu. Oke aku beritahu kamu, bahwa tujuanku saat itu adalah membuat Investor asing kapok. Kita mau memperlihatkan bahwa mereka jangan terlalu mengintervensi kami, negeri kami. Kami tau bahwa kenaikan harga BBM saat itu karena intervensi pihak asing. Karena itulah kami mau melakukan strategi yang seperti kusebutkan diatas.
Apa yang terjadi, mobil kami ditahan dan dibelokkan kedepan kantor Polsek Makassar timur. Kami diturunkan paksa dari mobil truk yang kami tumpangi. Pentungan dan tiang bendera yang kurasakan dibagian kepalaku dan bahuku yang membuatku terpaksa turun dari mobil dengan keadaan tersungkur. Begitu juga teman-temanku, aku melihat mereka diperlakukan sama denganku. Kami dipaksa masuk kantor pengamanan Polsekta Makassar Timur dengan cara merayap masuk. Kamu bisa membayangkan panasnya aspal pada saat itu dan kamu dipaksa merayap. Datang berita bahwa semua perwakilan Universitas diperlakukan sama dengan kami. Waktu itu kami dibawa kebagian belakang dan naik ke lantai dua. Kami dimasukkan kedalam ruangan yang sangat sempit, kita tak bisa memutar badan. Solusinya supaya bisa masuk maka kita harus berjalan mundur. Panas dan sesak yang membuat kami hampir pingsan. Kami harus berdiri diruangan sempit itu selama 10 jam. Aku melihat ada yang pingsan salah satu diantara kami.
Jam 10 malam barulah kami dikeluarkan diruangan sempit dan gelap itu. Kami digiring keruang intel. Ternyata beberapa dari teman kami dari Universitas lain diamankan disitu. Aku melihat saat itu ada yang sobek baju dan kulitnya, ada yang bersimbah darah, termasuk korlap kami dari UNHAS. Jam itu juga barulah kami diberi makanan pada saat itu. Anjing aku bilang karena makannya menipu, bagus diluar ternyata dalamnya Lombok semua. Kenapa aku kasar seperti itu dalam hatiku karena kamu bisa bayangkan sendiri orang yang hampir mati karena kelaparan dan tiba tiba diberi makanan yang pedasnya minta ampun. Dak manusiawi banget aku bilang. Meski begitu tetap kami pilih pilih makanan lalu kami suap, karena ini terpaksa.
Kami dikeluarkan dari ruangan itu setelah kami makan. Dan kami dinaikkan dimobil tahanan yang menyesakkan dada. Karena mobil itu tertutup rapat tanpa udara. Malam itu kami diantar di polwiltabes, disanalah kami diamankan dalam ruangan yang sedikit longgar dari sebelumnya.kami mulai bisa makan sesuka kami merokok tanpa dilarang. Kami mulai sedikit bebas mau melakukan apa saja, yang penting tidak keluar ruangan.
Teman-temanku dirumah, yang sekaligus menjadi tempat untuk melaksanakan musyawarah, sedang pusing mencariku. Namun entah siapa yang mengabari mereka kalau saya ditahan. Mungkin saja lihat di TV, karena saat itu banya wartawan yang meliput kami. Karena mereka tau, makanya makanan dan rokok berdatangan, maksudku kiriman dari mereka. Aku hanya berterimakasih saaat itu. Aku bisa membaca nama-nama temanku yang mengirim. Ada Rahwa, Lela dan Zainuddin yang mengirimiku rokok Jolie. Meski begitu terima kasihku untukmu sahabat atas perhatianmu.
Pagi telah tiba, kamipun harus dikeluarkan diruang pengamanan. Dan mulai menghirup udara pagi dilapangan sambil mendengar arahan dari pak Polisi. Setelah itu kami dibawa keruang pengadilan untuk diadili. Kami hanya dapat tuntutan Pidana ringan dan hanya percobaan. Artinya kami bisa bebas keluar asal tidak kedapatan melakukan tindak pidan selama tiga bulan sejak ditetapkanya keputusan itu.
Akhirnya kami bebas dari penyiksaan kecil. Akupun kembali kerumah dan menemui teman-temanku yang sedang menunggu untuk melakukan musyawarah pemilihan pimpinan Wilayah Kota Makassar. Kami langsung ditunjuk saat itu menjadi pimpinan wilayah tanpa musyawarah. Ceritanya aklamasi.
Postby Sabri
Bagi Artikel ini

Post a Comment