Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Langit Tak Mendengar


Terdengar suara percikan air di tengah dedaunan yang rimbun, kuberdiri di pinggir sungai memantau dari kejauhan, binatang ternak yang sedang di gembala sebentar lagi mendatangi sungai untuk minum karena haus. Aku kasihan pada kumbang dan kupu-kupu yang hinggap di ujung daun talas, tak ada bunga yang mekar untuk di ambil sari patinya kecuali harus menunggu musim selanjutnya. Kurangnya bunga di hutan rimbun membuat hati para penjelajah, para peneliti dan para penemu tak merasa terhibur ditengah perjalanan pencarian yang mereka cari masing-masing. Aku hanya bisa tersenyum melihat raut wajah yang kusam, keringatnya belum terbayar.

Secara perlahan kulangkahkan kaki dengan pelan tanpa harus mengusik binatang kuberjalan dengan hati-hati tanpa harus ada ranting yang patah. Meski tak ada yang menegur walau aku menebang satu batang pohon, lari telanjang juga pasti tak ada yang menegur. Padahal aku ingin ditegur, aku ingin disapa tapi siapa yang mau menyapaku? para binatang hanya bisa sibuk makan dan minum tanpa memikirkan hari esok. Sedangkan air hanya bisa mengalir seperti biasanya, tanah hanya bisa bersabar meski selalu kuinjak. Angin hanya bisa tertiup kencang dan terkadang membawa daun kering hingga mengenaiku.

Aku tak tau mau bicara sama siapa. Selalu kucoba bertanya sambil berteriak di puncak bukit sehari penuh pada lagit namun langit hanya bisa diam seperti tak mendengarkan keluhanku langit hanya bisa cerah dan gemuruh tertutupi awan terkadang menyiramiku dengan air hujan, sepertinya langit itu bisu, langit itu tuli tak pernah mendengarku..... Wahai langit berkediplah jika dirimu memang buta. Bersuaralah jika kau memang bisu. Kepakkan daun telingamu jika kau emang tuli. Beri aku isyarat jika kau tak buta, bisu ataupun tuli, agar pengorbananku selama ini tak sia-sia. Apalagi cara yang harus aku lalukan agar kau mau mendengarkan keluh kesahku, jangan memaksaku menjadi murka ,kejenuhanku menunggu jawabanmu sudah mencapai titik klimaks aku tak sanggup hidup tertatih seperti ini ada banyak hal yang wajib kusampaikan padamu, aku juga mau bertanya apa bumbu dasar dari coto Bantaeng.

Tulisan ini milik Edyatma yang dikirim ke Admin safhiqsaah.com

Post by Sabri
Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com