![]() |
| Sumber gambar : |
Engkau coba menerobos dinding yang telah tertutup dengan rapi,
namun engkau tetap saja menerbangkan sayap yang telah patah.
Mengapa engkau begitu gigihnya meski engkau tak mendapati ruang-ruang itu...
Engkau kini menjadi ganas ingin memangsa aku dari hati yang telah rapuh
dari ketidak mampuanku memahami arti kehadiranmu di balik pintu?
Bisikan hati dari lubuk jiwa,
untuk jiwa yang satu engkau telah pergi dengan merpati yang lain,
yang mampu memberi sebongkah berlian dan sejuta kasih sebagai tanda aku bukan siapa-siapa. Hingga engkau puas dengan apa yang telah kau miliki, dengan seenaknya datang meminta segelas air dan memberi senyum untuk sapaan manis.
Sungguh aku bukanlah manusia sekuat baja seteguh dan batu karang di laut.
Namun aku hanyalah buih yang terkadang terhempas dari asa yang mengabaikanku.
Merpati putih, namun tak bisa pula aku memungkiri engkau begitu pandai memikat hati...siur-siur yang begitu merdu di pagi hari, memberikan nuansa baru menjemput mentari di pagi hari...
Post by : Sabri
Bagi Artikel ini

Post a Comment