Tahun baru adalah dua kata yang digabungkan menjadi satu kalimat dalam perspektif bahasa persatuan orang indonesia, yang biasa disebut oleh orang Barat dengan NEW YEAR, dia juga satu kalimat dari penggabungan dua kata yaitu NEW dengan YEAR yang di ambil dari bahasa persatuan orang-orang Inggris. Tahun baru, yang setiap tahunnya, di rayakan di seluruh benua di dunia, dan hampir seluruh hamparan dari banyaknya negara di belahan bumi, baik itu di bumi bagian barat maupun di bumi bagian timur.
Entah paradigma berfikir yang seperti apa yang membuat pergantian tahun ini di pandang oleh sebagian umat atau kaum sangat spesial dan istimewa. Hasil riset membuktikan bahwa, di dunia ini di abad yang ke 21 ini, tidak sedikit orang yang senang mengadakan sebuah acara yang yang sifatnya ceremonial dan hura-hura tanpa berfikir panjang berapa juta uang yang harus mereka tarik dari ATM untuk pesta satu malam itu.
Perlu di tinjau kembali bahwa, di dalam ajaran agama tauhid (islam), tidak ada satupun dalil yang menyebutkan bahwa ada perintah ALLAH ataupun di sunnahkan oleh nabi Muhammad untuk merayakan sebuah pergantian tahun Masehi, dan ini menjadi sebuah pertanyaan besar jika ada orang islam yang merayakan dan mengadakan pesta tahun baru, karena sepengetahuan saya perayaan tahun baru itu adalah budaya umat kristiani/non muslim, apakah kita sebagai umat islam wajar mengikuti budaya mereka? jawabannya TIDAK, karna jika hal ini kita lakukan, disadari atau tidak, ikhlas atau tidak ikhlas, kita sudah ikut pada sebagian pemahaman mereka, kalau memang sebagian orang-orang islam itu merayakan tahun baru, dengan alasan bahwa “Uang saya banyak saudara, mau saya apakan lagi kalau tidak untuk dinikmati ????” kalau kita meninjau dari satu sisi, jawaban ini sekilas sudah benar, tapi yang menjadi pertanyaan kemudian adalah yang mana lebih bernilai jika sebagian uang itu kita sumbangkan ke saudara-saudara kita yang yang sangat menbutuhkan. Ambillah contoh panti asuhan, di panti asuhan uang seribupun sangat berarti bagi mereka, mereka sangat membutuhkan bantuan itu saudara.
Akhirul kalam,Jika ada kata-kata saya yang salah ataupun tidak sesuai dengan keinginan hati si pembaca tulisan ini, maafkanlah saya, karena saya juga hanyalah MANUSIA BIASA. Paragitte sipakainga’ sipassiriki lino ahera’.
Catatan: Tulisan ini dari Siana Asbar Jaya
Post by Sabri
Bagi Artikel ini

Post a Comment