Beberapa minggu kemudain Alda memanggilku kerumahanya, katanya ada sesuatu yang ingin dia perlihatkan kepadaku. Aku juga penasaran. Jujur baru kali ini aku merasakan sepenasaran ini. Apa ya?. Sehari kemudia aku datang, dan dia memperlihatkan kepadaku surat. Iya surat yang dikirim Nadya ke Alda. Didalam surat itu dia seperti curhat kepada Alda, bahwa dia menyukai seseorang yang selama ini ada didekat kita semua. Alda berpendapat bahwa orangnya adalah saya. Entah ,pikirku. Semoga keadaanya dan kenyataanya benar apa yang dikatakan Alda, karena akupun sebenarnya berharap begitu. Dan aku mualai merasa bahwa aku memang suka dan cinta kepada Nadin. Semoga dalam suratnya (Orang ya dimaksud adalah aku).Aku tak bisa konfirmasi langsung mengenai hal yang ada dalam surat itu, karena dia sudah ada diluar kota seperti yang dia ceritakan kepadaku waktu dalam pendakian. Nanti setelah dia balik, kata dalam hatiku. Kusimpang sejutah Tanya untuknya untuk mencari sinar sinar harapan yang kau titipkan dalam kata yang kau rangkai dalam kalimatmu, dank au jadikan sepucut surat untuk aku. Semoga kau cepat kembali Nadin.
[..]
Sambil berjalan menju rumah Dony. Kupikir untuk masalah ini hanya dia yang bisa membantuku. Aku mau kerumah Nadin, karena aku yakin dialah yang sms padaku. aku berhasil berangkat bersama Dony. Tetapi aku tak langsung kerumah Nadin, karena kau dihinggapi rasa tak percaya diri. Hehe.. pasti kalian akan sama sepertiku jika dalam situasi seperti yang kualami.
Aku hanya samapai dirumah Alda dan Elma karena kebetulan rumah Alda pas dibelakang rumah Nadin. Denga sepntong tanpa salam aku langsung membuang bantal kursi kearah Nadin dengan lagaknya orang yang sedang dirundung gelisah. Apa maksudanya ini?. Yang mana? Katanya. Smsmu yang tadi. Aku ngak perna sms. What…? Dengan gaya kebingunan.
Aku harus melupakan sms itu, aku melihat dari raut mukanya bhwa benar bukan dia pengirim sms yang tak jelas itu. Ah, lupakan. Itu bukan inti yang aku mau bicarakan, ada hal yang lebih penting yang ingina aku pertanyakan padamu. Sudah alama aku simpang dalam hatiku, dan kini akau sudah menemukanmu, makanya aku mau sampaikan pertanyaan itu. Ia, sialhkan, mau bertanya apa?. Beberapa hari yang lalu aku sempat membaca suratu, dan aku ingin tau siapa orang yang kau rahasiakan itu dalam suratmu?. Kenapa aku bertanya seperti itu, karena kau mulai merasa bahwa aku suka padamu Nadin. Semua itu terjadi saat kita melakukan Camping bersam. Apakah kau sadari itu. Semua perhatian kuberi padamu, itu karena aku saya kamu. Ia, baiklah. Aku aakan cerita yang sebenarnya dan mengenai surat itu. Orang yang aku maksud dalam suratku yang kukirim ke Alda adalah Kamu Kak. Apakah kak tak sada bahwa aku mulai tertarik sudah sejak lama, sejak kegiatan yang ada dalam pertemuan kepemudaan itu dulu di Labbo, dan kak sebagai Moderator dalam diskusi. Disitulah aku mulai memujimu dalam hatiku. Dan sekali lagi aku ualagi “Dirimu” yang ada dalam surat itu. Aku tau dan mengerti bahwa kemarin kita waktu melakukan pendakian kak membantuku dengan Cinta, kak memberiku perlakuan yang berbeda daengan yang lainya, aku sadari itu, karena kak sayang dan cinta kepada saya. Begitupun dengan diriku. Terimakasih Nadin, aku pikir kita memiliki kesama dalam rasa, dan kita sama sama menyangi. Mauka kamu jadi kekasihku? Tanyaku. Ia, kak. Tentu aku mau karena aku juga berharap kata itu.
Semua harapanku terjawab sudah hari itu. Aku indah saat itu. Tentu kamu, anda anda semua bisa merasaka andai kamu yang ada dalam posisiku. Namun aku yakin kisahmu lebinh seruh dari kisahku ini. Namun jangan pikir hanya itu ceritaku, ini baru cerita awal Broder……
(a/n sabri)
Bagi Artikel ini
Post a Comment