Kami
akan menyajikan puisi karya “Sabri Bantaeng” (dalam nama samara). Meski beliau
bukan latar belakang seorang puitis seperti Muhary Wahyu Nurba, namun dia
selalu membuat puisi-puisi yang sering diposting dijejaring social seperti
facebbok dan twitter.
Kami
sudah mengumpulkan puisi-puisi beliau, diantaranya :
Nafas dan Raga
Setiap waktu,
kau bernyayi tentang Cinta
menyelipkan nama
disetiap alunanmu
aku pasrahkan
pandanganku untuk kau permainkan
aku menyerahkan
hati, perasaanku menghelus hatimu
Aku siapa untukmu..?
Aku siapa untukmu..?
jawabnya, Racun
yang meracuni diriku
penawar racun
itu, jika bersamamu mengukir sejara
Aku adalah
cintamu, aku adalah hatimu,
aku adalah
rasamu, dan aku adalah hidupmu..
Tetapi, bukan itu yang kucari....
Tetapi, bukan itu yang kucari....
Bukan bibir yang
berselimut hiasan pemanis
Bukan kasih yang
berselimutkan gelap
Lalu Aku
bertanya pada Dia,
Siapa aku
untukmu..?
jawabnya, kau
adalah NAFAS dalam diriku"
Diriku hanyalah
raga yang busuk
Ragaku tak bisa
berbuat, jika tak ada Nafas
Dan, kuingin
Raga dan Nafas tak berbumi dan langit
Lalu hatiku
bergumam, hemmmm
Dia yang
kucari...
Bukan Kau
Karena aku
adalah Nafasnya dan "Dia" adalah "Ragaku"
Bungaku
Habis kata untuk
mengatakan
" aku tak
salah padamu"
jangan kau
menatapku
seakan tak perna
indah
Habis waktu
membuatmu yakin
"jika aku
ada untukmu"
serasa semua tak
perna terjadi
Kau melihatku
seperti tiada
seperti aku
menyakitimu.
jangan kau
lakukan itu
karena aku ingin
denganmu
aku merasakan
kau begitu berarti bagiku
aku ingin
bersama hatimu
tetap
menyanjungmu
Kau tidak tau,
hatiku tetap
memelukmu
dan ingin tetap
bersamamu
bukan dia, dan
bukan dia
hanya kau
"Bungaku"
Lanjut 1: KLIK DISINI
Bagi Artikel ini
Post a Comment