(Bagian 1)
Beberapa
kali aku berfikir untuk menuliskan sesuatu yang tepat untuk kemudian aku share
kepada teman-teman. Melihat dan membaca judul yang menurutku menarik untuk ku
tuliskan jangan dikira bahwa aku akan membahas apa itu Thypus, bagaimana
seseorang bisa terjangkit penyakit Thypus dan obat apa yang tepat untuk
membasmi penyakit Thypus sebab aku bukan ahli dalam hal penyakit ditambah lagi aku
bukan alumni dari studi kesehatan.
Lalu
apa yang akan aku tuliskan? Mari kita rehat
sejenak..................................
Baiklah
aku rasa rehatnya sudah cukup, aku akan memulai. Kira-kira sekitar lebih dari
setahun yang lalu aku pernah terjangkit penyakit Thypus. Pasti teman-teman
sudah menebak bahwa aku akan menceritakan tentang penyakit tersebut. Tidak apa-apa
jika kalian sudah tahu tapi aku yakin kalian pasti akan penasaran bagaimana aku
melewati masa-masa itu. Kalau begitu silahkan lanjutkan membaca artikel ini
.
Penyakit
itu menyerangku sekitar lebih dari setahun yang lalu, aku masih ingat tanggal
22-Maret-2013 itulah masa dimana aku sudah mencapai semester ke 8 dan mulai
sibuk dengan ujian komprehensif, proposal skripsi dan skripsi. Awalnya aku
baik-baik saja menjalani aktifitas di kampus, tetapi pada saat mata kuliah
telah berakhir aku sudah merasa ada sesuatu yang aneh di diriku. Aku tak
menggubris candaan dari temanku, namanya “Riswan” dia salah satu teman yang
akrab denganku, dia selalu membutuhkan bantuanku saat dia keliru perihal
tugas-tugas mata kuliah dan lain sebagainya, dan kali ini kami disatukan dalam
satu kelompok lagi dengan mata kuliah AIK 8. Tapi mengapa aku menceritakan
tentang ini? Yah karena itu akan nyambung dengan cerita berikutnya.
Di
perjalanan pulang dari kampus aku sudah merasakan kepalaku amat sakit, berat
terasa tapi aku masih bisa menahannya hingga tiba di rumah kostku tanpa
mengganti kostum kampus aku langsung merebah sambil menyalakan kipas angin
sebab cuaca hari itu amatlah panas. Rasa sakit di kepalaku semakin menjadi
hingga badanku terasa dingin layaknya orang demam aku tertidur sampai terdengar
olehku waktu adzan ashar, aku bangun tapi ternyata sakit kepalaku tak jua reda
padahal aku sudah minum obat pereda sakit. Ku raih laptopku dan mencoba
browsing di gugel mengenai tugas yang diberikan oleh pak dosen, hampir sejam
aku browsing tapi tak menemukan apa-apa.
Dua
hari sudah aku terbaring lemah tak berdaya di kamar kostku, kenapa aku belum
pulang kampung? Sebab aku berusaha untuk kuat dan sembuh tapi tak ada harapan,
yang ada kepalaku terasa mau pecah, badanku menggigil kedinginan dan seluruh
badanku bintik-bintik merah. Hari ke tiga, aku memutuskan untuk pergi
memeriksakan kesehatanku, bersama seseorang namanya “Sabri”. Setelah itu aku
bersiap-siap untuk pulang karena aku dapat telephone dari orang tuaku dan
mereka khawatir dengan keadaanku. Lagi-lagi diantar ke terminal oleh seseorang
namanya “Sabri”.hehe
To be
continue.............. By Fhia_Elsyahda
Bagi Artikel ini

Post a Comment