Manusia
memang tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita, kadang itu menyedihkan
tapi kadang pula menyenangkan. Suatu ketika dalam perjalanan sepasang kasih
yang mengelilingi kota tak tentu arah, dia hanya berputar-putar di kota metropolitan
dengan mobil yang dipinjamnya dari kantor, pemuda dengan postur tubuh jangkung
dan rambut sedikit lurus, kulit sawo matang yang sedikit agak gagahlah bila
dibandingkan dengan pemuda-pemuda lain ditempat tinggalnya. Pemuda itu adalah
seorang mahasiswa semester banyak disalah satu perguruan tinggi di Makassar
jurusan sospol, dia bergabung disalah satu organisasi yang selalu mengelola
pemilu di Indonesia. Sebut saja Andi (nama samaran) dia ketemu dengan seorang
gadis cantik dalam pergaulannya sebut saja Andini (nama samaran). mereka
berjalan mengelilingi kota ramai itu, sampai tak sadarkan diri mataharipun
sudah mulai bersujud diperantauannya. Andi bertanya kepada Andini.
Andi ; malam segera
tiba, apa saya harus mengantarmu pulang
?
Andini
; g' usah, kita jalan-jalan aja dulu...
Andi ; oh begitu...nanti
kemalaman sampe saya takut mengantarmu lagi pulang.
Andini;
g' masalah yang penting kita cari tempat nginap. Debar jantung pemuda itu dan
sedikit bertanya dalam hati, wa mantap ini, lagian juga kamu cantik, kapan lagi
ada tantangan menarik seperti ini ?."
Mereka berjalan terus
tanpa arah tujuan sambil mempermantap komunikasi yang kebetulan pertemuan itu
adalah pertemuan pertama tanpa sengaja. Masuklah waktu malam sampai mereka
tinggal disebuah warung kecil tapi mengasyikkan, warung itu kecil tapi sangat
romantis buat sepasang kekasih yang dimadu asrama... eh asmara. karena
perkenalan belum lama terjadi maka sesekali dia saling bertatapan dengan suapan
layaknya seorang artis "tutu seeekali" gadis itu bertanya lagi ke
Andi.
Andini
: jadi kita nginap dimana sebentar ka' ?
Andi ; ada ko'
rumahnya teman.
Andini
: rumahnya aman khan ?
Andi ; pokoknya 100%
dijamin halal... eh aman, sesekali Andi berceloteh dengan menutupi kekakuannya.
Andini
; siiiplah......
Selepas
mereka makan, sepasang insan itu kembali kemobil avansa dengan warna putih
kekuning-kuningan, dilanjutkannya perjalanan dan perbincangan yang seolah sudah
ada kata sepakat tentang hubungan yang mereka bakal lakukan. Angin keromantisan
malam sudah mulai berhembus yang sesekali menggoyangkan rambut gadis itu
sehingga menambah gairah hidup pemuda itu, sesekali mata Andi melirik dengan
rayuannya,,,kamu cantik juga sahutnya". bilang apa ka' kata gadis itu,, ah
g'....rembulan malam cantik juga, secantik bulan disampingku...tiba-tiba gadis
itu mencubit rayu lelaki itu,,Ah kaka' bisa aja. terasa dongkrat pemuda itu
naik dengan cubitannya, , kenapa ? tanya gadis itu. "ya sakit sambil geli
dong klo main cubit yang cabit ke'. Apa itu ka'. ; cabit. kamu mau saya cabit
tanya pemuda itu ; "dah lama ko' cabitnya tinggal ditambah aja, gadis itu
ngelantur tanpa malu. ok deee.....
Kendaraan
sudah mulaaai berkurang, malampun memperlihatkan keindahannya dilangit, sepakat
kedua insan itu untuk beristirahat ditempat tinggal temannya. sesampainya
disana di ambilnya mobil yang dipakai itu oleh temannya, dia keluar meninggalkan
Andi dan Andini. Didepan rumah sebelum Andini masuk sempat berkata " ka'
kaya'nya ada hawa-hawa lain deh
dirumah ini ? ; ah hawa nafsu kalie', jawabnya Andi tanpa malu-malu. Konon
kabarnya kalau rumah itu memang agak angker menurut penuturan orang-orang yang
tinggal dikawasan rumah itu, tapi maklumlah pemuda itu lagi mendapat mangsa
baru maka sedikitpun dia tidak punya takut. Andi ; Ayo' say masuk dirumah,
jangan malu-malu anggap saja rumah sendiri asal jangan dijual, Andini ;
makaciiiiii ka'.
Tanpa
pikir panjang Andi langsung masuk dan membaringkan tubuhnya dikasur depan TV,
begitupun Andini tanpa malu-malu juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Andi
yang padahal kalau dipikir kedua insan ini baru kenalan dihari itu juga, sudah
dapat dipastikan pula bahwa mereka bukanlah suami-istri atau muhrimnya untuk
berduaan dalam tempat sepi seperti itu. Dalam hati Andi berkata; berani benar,
ntar akan gue lalap lu...tidak lama kemudian gadis itu kembali berkata
"ada hawa-hawa lain disini, perkataan tersebut langsung disambut Andi
" Hawa nafsu...dalam kondisi nafsu yang memuncak, perhatian Andi begitu
tajam pada lekuk-lekuk tubuh Andini yang terbaring disampingnya, tanpa banyak
berbicara tangan Andi mulai sedikit nakal dengan sesekali menyentuh bagian
vital sigadis, tidak lama kemudian tiba-tiba Andini berteriak tanpa sadarnya
"iihh...tai cammi (tai kucing)".
Andi
yang dipuncak nafsu langsung lemas dan kecewa karena melihat tai kucing melekat
dibaju Andini. Andinipun bergegas masuk dikamar mandi untuk membersihkan
bajunya yang dikotori tai kucing. kita bisa bayangkan kalau ada tai kucing,
bukan saja warnanya yang menjijikkan tapi juga baunya yang sangat menyengat
dihidung. Dasar lelaki buaya dia juga ikut masuk kamar mandi dan membantu
melepas baju Andini untuk dibersihkannya, kalaupun itu bantuan tapi sangat
memancing gairah sex " karena Andini sudah menanggalkan baju di tubuhnya
yang molek. Tapi karena gara-gara tai kucing sedikitpun Andini tidak bernafsu
lagi untuk g.........g, tidak peduli Andi yang nakal disamping dia berpura-pura
membersihkan baju Andini dia juga memanfaatkan untuk menyentuh lekuk gunung
yang juga melekat didadanya Andini. Setelah selesai dibersihkan kembali dua
insan ini duduk di atas tempat tidur/sprinbed. Andi kesal dengan kejadian yang
menimpanya tapi belum habis dia berhayal Andini kembali berteriak karena dia
memegang sesuatu yang bergetah, setelah dilihatnya ternyata lagi-lagi tai
kucing. Maklum gadis cantik dengan kotoran ditangannya pastilah sangat
menjijikkan sampai-sampai dia muntah, maka berlarinya kembali dikamar mandi
hanya saja kali ini bukan dikamar mandi dimana mereka membersihkan baju Andini,
mereka dikamar yang satu yang letaknya dilantai dua.
Malam
sudah beranjak pagi, jam dinding menunjukkan pukul 02.00 dini hari, mereka
memutuskan untuk meninggalkan rumah yang penuh tai kucing. Andi sangat kesal
karena apa yang diharapkan tidak sempat terlaksana gara-gara tai cammi(tai
kucing), dan bukan saja itu karena ternyata mobil yang dipakenya telah dibawa
pulang dikantor oleh temannya, dengan pusingnya mencari nomor teman yang bisa
dihubungi alhasil masih ada nomor yang aktif yang kebetulan cepat diterimanya
yang selanjutnya segera dibawakannya motor.
Dalam
kesepakatannya untuk kembali dirumah ataupun tempat kos yang mereka sewa
bukanlah alasan telah mengakhiri masalah yang mereka alami karena ternyata
disaat kesiapannya kedua insan itu diberikan motor sama sahabatnya, Andi naik
dimotor lalu dipanggilnya Andini untuk segera bersamanya tiba-tiba Andini
melihat gumpalan tai kucing yang masih melekat dicelana bagian paha kiri Andi,
sentak Andini menolak ikut kepadanya karena Andi masih berurusan kembali dengan
tai kucing, dalam hatinya Andi berkata pantas saja ada hawa lain ataupun bau
yang selalu menyengat dimana dia berada karena dipakaiannya juga ada Tai
kucing....Kasian de gwe sahutnya....." oleh karena itu tidak salah apa
yang dikatakan orang disekitar rumah itu bahwa rumah tersebut angker.
Meeeoooonggg.........
By Bayu_Wind
Meeeoooonggg.........
By Bayu_Wind
Bagi Artikel ini

Salam kenal...
www.gorigotri.blogspot.com
Post a Comment