Sebelum lebih jauh mengarak jari-jemari ini berkreasi, terlebih saya mengikis kilas cerita tentang kisah tiga sekawan yang menjamah pulau terlarang, Kenapa sehingga pulau itu dinamakan terlarang ?, apa akibat ketika menapak pulau tersebut ? dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang bisa dimunculkan ketika kita berbicara pulau terlarang.
Dahulu kala, ada tiga anak muda yang memberanikan diri berlabuh ke pulau terlarang. Dengan perasaan gelisah atas keingintahuannya, maka ketiga anak muda itu berjalan sambil melihat kesana-kemari dipulau tersebut, tidak lama kemudian terdengarlah suara ;
……….? : Siapa yang berani berjalan dipulau ini, lalu menginjak kodok, maka pada saatya nanti akan beristrikan/bersuamikan orang yang jelek/buruk rupa.
Sentak mereka terkejut dan sangat hati-hati dalam melangkah. Rasa penasaran yang dalam tidak menghentikan langkah ketiga pemuda itu, berjalan dan terus berjalan. Tidak lama kemudian seorang diantara mereka menginjak kodok, lalu kemudian teman lainnya berkata ;
Andi : sungguh sial nasibmu kawan, pasti nantinya kamu akan beristrikan perempuan yang jelek.
Iwan : nanti juga kita liat
Menepuk dada sambil ketawa girang Andi seolah selamat dari cengkraman bahaya pulau terlarang, sekitar setengah kilo kedepan berjalan, tiba-tiba Andi juga kepeleset dipinggiran tebing yang membuat kakinya masuk kedalam lobang kecil yang ternyata didalam lobang tersebut terlihat dua ekor kodok yang terjepit disela-sela jari kaki Andi, Andi pun terlihat sedih sambil merenungi nasib yang menimpanya. Berkilo-kilo jarak dan berjam-jam waktu mereka habiskan dipulau itu hanya karena ingin menjawab rasa penasarannya. Sementara Galang, teman dari Andi & Iwan, masih tetap asyik-asyik saja berjalan, hingga pada waktunya mereka memutuskan untuk kembali. Diatas Lepa-lepa(perahu kecil yang ada di Makassar), bercerita ;
Iwan : kenapa ya orang pada takut ke pulau itu, padahal terasa aman-aman saja ?
Galang : mungkin karena seringnya muncul yang tidak kelihatan wujudnya ….
Iwan : kalau cuman itu, wa penakut banget kebanyakan orang ya….
Andi : Ah...g’ begitu. Orang takut kesana kan cuman takut sama kutukan kodok.
Galang : “ya..bisa jadi begitu……” katanya kan siapa yang injak kodok dapat dipastikan beristrikan jelek, coba siapa yang injak kodok ?
Galang bertanya sambil sedikit menyinggung kedua temannya yang menginjak kodok. Mereka tiba dikampungnya dan masing-masing menjalankan aktifitas seperti biasanya. Waktu berjalan lancar yang tidak terasa bertahun-tahun mereka tidak lagi ketemu karena mereka semua disibukkan olah aktifitas keluarga yang padat, hingga pada suatu hari terbesik hati Andi untuk meluangkan waktu berkunjung kerumah Iwan. Terkejut Andi melihat istrinya yang jelek karena mempersandingkan ketampanan Andi, duduk dan berbincang diruang tamu lalu sedikit mengulas kisah pertemuan pertama dengan pilihan kasihnya ;
Andi : sejak kapan menikahnya, kok g’ ngasi kabar ?
Iwan : empat bulan yang lalu…
Sori kawan, gue g’ kabarin teman-teman klo gue nikah.
Andi : mangnya kenapa ?
Iwan : ceritanya panjang….yang pasti gue kena sial. Mungkin begitulah kalau selalu mempermainkan cewek. Akhirnya dapatlah begini.
Tandas Iwan yang kedengaran menyesal beristrikan kurang cantik, tetapi dalam hati Andi juga berkata ; kita sama kawan, gue juga begitu, gue g’ ngasi kabar kekamu juga karena mungkin kasus yang sama.
Bagi Artikel ini

Post a Comment