Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Keakraban Yang Terjalin (Bag.2 dari The Short Novel "Senyum Sang Mentari")

Setelah pertemuan dan perkenalan itu, Yudi dan Sofi semakin dekat. Yudi ternyata juga hanya tinggal bersama satu orang tua, yaitu Papanya. Mamanya meninggal karena kecelakaan pesawat ketika hendak berlibur keluar negeri. Yudi termasuk orang yang berada namun begitu dia tidak pernah merasa tinggi hati dan menyombongkan diri. Dia pemuda yang mandiri dan sangat sederhana.  Karena kesederhanaan itulah Aina Sofia akhirnya jatuh hati pada Yudistira Pratama.

Suatu hari, Sofi pergi ke sebuah supermarket membeli kebutuhan yang sudah hampir habis di rumah, ditemani oleh seorang sahabatnya bernama Wulan. Lalu di tengah perjalanan pulang ban motornya maticnya bocor.

“Aduh gimana nih Lan, bannya bocor,” dengan wajah kesal.
“Hmmm,, gimana dong Fhi, bengkel dari sini masih jauh” ujar Wulan kebingungan.
“Iya nih, mana bentar lagi bakal turun hujan” Sofi mengeluh.

 Tak berapa lama sebuah motor dari jauh melaju dengan kecepatan 60 km/jam. “Stop, stop, stooppp” Sofi  dan Wulan berbarengan menghentikan motor tersebut. Lalu si pengendara menghentikan laju motornya dan    membuka helmnya “Mbak Sofi?”, “Mas Yudi?” sahut Sofi, tersenyum dan merasa lega.
“Kenapa mbak?”
“Ini lho mas, ban motorku bocor. Aku bingung mas soalnya bengkel dari sini masih jauh.”

Wulan hanya tercengang melihat sosok tampan yang ada dihadapannya, tak berkata apa-apa. “Hmm, sebentar mbak. Aku ada langganan bengkel, nanti aku telpon dia suruh kesini buat gantiin ban motornya mbak Sofi, nggak lama kok.” Yudi menawarkan, lalu menelpon bengkel langganannya.
“Tapi nggak bakalan lama kan mas? Soalnya Mama nungguin di rumah, mau bikin kue untuk arisan.” Kata    Sofi
“Iya nggak lama, sebentar lagi juga datang.” Yudi tersenyum.

 Sembari menunggu tukang bengkel langganan Yudi datang mereka pun menghampiri penjual bakso yang  sedang nongkrong di pinggir jalan.
“Baksonya 3 yah  mas.” Pesan Sofi kepada mas penjualnya, sambil melebarkan senyum khasnya.
 Hati Yudi berbisik pelan “Ya Tuhan, gadis ini sungguh menawan. Tutur bahasanya begitu lembut, parasnya  yang ayu, sikapnya begitu baik dan  sangat bersahaja. Hatinya bagai mutiara. Siapakah yang telah memiliki  hatimu duhai gadis berparas ayu…..?. Yudi tersentak.
“Ehm, mas Yudi pernah kan makan bakso?” Sofi bertanya agak malu.
“Lho kok mbak Sofi  bertanya seperti itu? Apa karena aku anak orang berada sehingga mbak Sofi  memandangku seperti itu? Tenang saja  mbak, aku juga punya langganan penjual bakso, kapan-kapan aku  akan ngajak mbak Sofi makan disana. Di jamin mbak Sofi bakal ketagihan.”  Mereka pun tertawa. “Ya Tuhan, betapa sederhananya pemuda ini, biarpun dia orang kaya tapi dia tidak pernah menyombongkan diri atas apa  yang dimilikinya. Dia tampan, cerdas, mandiri, dewasa dan sepertinya penyayang. Sempurna. Andai aku………..” Sofi berceloteh dalam hati  hingga lamunannya dipecah oleh pertanyaan Yudi.

“Ngomong-ngomong, ini siapa mbak? Dari tadi dia kok nggak pernah ngomong, hanya sesekali    menatapku.”
“Oh, kenalin mas ini Wulan. Sahabatku dari kecil.”
“Wulan ini mas Yudi, teman aku yang kuceritakan kemarin.” Merekapun berjabat tangan, berkenalan dan    berbincang-bincang.
Akhirnya, ban motor Sofi selesai juga ditambal. “Mas Yudi, makasih yah. Aku memang selalu merepotkan.” Ujar Sofi.
“Ah, nggak apa-apa kok mbak Sofi. Santai saja.”.
“Ya udah mas. Aku pamit dulu, Mama dari tadi udah nunggu. Ayo Lan.”
“Iya hati-hati mbak. Eh nggak usah bilang mas, Yudi aja. Kan kenalnya udah lama.”
“Iya mas, e-eh Yudi maksudnya. Iya Yudi. Aku juga, Sofi aja. Nggak usah pake mbak, kesannya ketuaan  banget. He…he…
“Ekhmmm…… Uuuhh kalian ini, bercandanya udah dulu yah bentar lagi hujan tuh. Ayo Fhi.” Ketus Wulan  sambil mengajak Sofi pulang.


*Createdby FhiaSofia
Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com