Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Generasi Patah Hati


Mata Rakyat
Anak adalah generasi masa depan pada setiap angkatan umat manusia. Generasi yang baik dan berkualitas akan senantiasa melahirkan penerus yang baik pula. Hingga kini, pada orde yang paling baru pun wacana tentang generasi muda senantiasa dijadikan hal yang sangat penting pada ranah ide dan gagasan serta harapan. Tapi, benarkah seluruh gagasan tentang generasi muda sudah betul-betul dilakukan secara nyata? Pertanyaan ini patut di apresiasi sebagai bentuk perhatian khusus terhadap masalah-masalah generasi muda kekinian. Kenapa hal tentang anak atau remaja sangat penting untuk diperhatikan secara khusus, sebab anak pada perkembangannya senantiasa meniru apa yang dilihat dan di dengarnya tanpa disertai proteksi serta filter.

Hal penting yang patut diperhatikan adalah proses pertumbuhan dan bagaimana mereka bergaul. Embrio kenakalan remaja nyaris sudah menjangkiti segala lini pergaulan anak muda. Tidak terbatas pada anak perkotaan saja, sebab embrio alias bibitnya menjadi sangat massif di daerah pedesaan. Hasil pengamatan pada beberapa angkatan generasi muda dipedesaan memberikan sebuah tanda bahwa bibitnya berkembang secara sempurna dan subur. Ada beberapa hal yang sesungguhnya membuat hal ini terjadi, diantaranya adalah kurangnya kontrol orang tua terhadap pergaulan anaknya, kurangnya program tentang pemuda yang masuk ke desa dan masih belum sampainya informasi secara menyeluruh tentang bahayanya Narkoba, Miras dan sejenisnya yang menjadi pintu masuk dan tumbuh suburnya embrio kenakalan tersebut. Dari beberapa anak atau remaja, jika dilihat dari usia dan jenjang pendidikan, mereka masih sangat rentan dan sangat labil, sehingga mereka sangat mudah terpengaruh pada hal-hal yang sesungguhnya akan merusak mereka. Hal ini belum kita bagi dalam bentuk jenis kelamin dan jumlah. Sebab, sebagian besar anak remaja kita di pedesaan bahkan para gadisnya pun memiliki cara bergaul yang jauh dari harapan dunia pendidikan sewajarnya. Salah satu bukti yang bisa dilihat adalah cara meraka berkomunikasi, didunia maya maupun nyata. Mereka bahkan sangat terbuka membicarakan hal yang seharusnya menjadi privasi.

Perkembangan mental anak senantiasa dipengaruhi pada dua hal pokok yakni, lingkungan rumah tangga dan lingkungan sekitar. Pada beberapa kasus, jika dirumah sang anak kurang mendapat perhatian, orang tua kurang mengayomi dan memberikan harapan terhadap pendidikannya, maka potensi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang kurang kasih sayang akan berefek pada keinginan sang anak untuk mencari perhatian dan kasih sayang diluar rumah tangganya. Jika ini terjadi, maka musibah terburuk yang akan dihadapi adalah potensi anak untuk menjadi nakal akan tertanam dalam dirinya.


Hal ini, bukanlah sebuah asumsi ataupun hanyalah semacam wacana tanpa bukti dan kejadian secara nyata. Fenomena ini, adalah sebuah gejala sosial kekinian yang justru dibiarkan tumbuh dan menjalar kepada setiap remaja yang masih labil dan cenderung ingin mencoba segala hal yang dianggap baru baginya. Kalau hal ini tetap dibiarkan maka generasi harapan bangsa akan sangat sulit tercipta dan perkembangan generasi baik akan berjalan melambat seiring tumbuh suburnya generasi labil dengan berbagai macam kebahagiaan semu yang sedang mereka nikmati. 

By. Hamsir Jailani

Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com