Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Leadership Shock (Kaget Kepemimpinan)


Beberapa tahun terakhir, suksesi kepemimpinan(Baca:Pileg, Pilkades, Pilbub) baik daerah maupun pusat banyak diisi oleh kontestan kaum muda yang cukup ambisius yang kadang-kadang utopis dan pragmatis praktis. Dengan sedikit modal sentuhan organisasi daerah dan nasional, beberapa kali melakukan demonstrasi yang berlawan dengan kekuasaan serta banyak baca buku-buku tentang kelas dengan berbagai macam kesadaran-kesadarannya kemudian banyak mendiskusikannya hingga dinihari, banyak baca buku tentang filsafat, barat maupun yunani. Setelah beberapa tahun, mungkin empat atau lima tahun banyak berinteraksi dengan buku-buku dan dunia gerakan, akhirnya kaum muda tersebut merasa sudah cukup puas dan mampu untuk masuk ke arena yang lebih menantang menurutnya. Mulailah mereka berjejaring dan membangun kekuatan. Kekuatan yang dibangun inilah yang mereka akhirnya konsolidasikan untuk digiring ke wacana yang lebih praktis. Politik. 


Pemuda yang umurnya antara 27-28 tahun, dibeberapa daerah dan tempat banyak mengisi posisi-posisi calon, baik kepala desa, calon legislatif dan juga calon bupati. Meskipun calon bupati ini tidaklah banyak yang keluar menjadi pemenang dan sebenarnya, begitupun dengan dua calon-calon lainnya.hehehe. 

Kesadaran dini tentang kekuasaan banyak menjangkiti kaum muda, keprihatinan mereka seakan terlalu berlebihan dan seringkali mendekati utopis. Tapi, apakah mereka peduli tentang utopia mereka atau bukankah ini hanya sekedar tuntutan hidup dan prestise. Tuntutan karena sudah usai kuliah dari jenjang S1(Strata satu), lalu ijazah seakan tidak ada gunanya, salah satu gunanya adalah mendaftar sebagai calon kepala desa, caleg dan selainnya. Prestise atau mungkin rasa gengsi yang bertubi-tubi sehingga menjadi akibat dari tertutupinya pintu yang lain dari matanya selain ikut nimbrung menjadi kontestan politik. 

Dengan dalih demokrasi dan kebebasan berserikat, dengan mudahnya mereka menelan habis-habisan secara latah aturan tersebut. Dengan demikian, mereka terlalu berani kalau bukan over PeDe melawan para politisi mainstream yang sudah kental dan terbiasa dengan politik gaya orba. Sedikit saja mereka merasa terganggu dengan kehadiran politisi muda berbakat meski masih latah, segera langkah terakhir akan dibuat, eksekusi dengan cara paling mudah. Habisi mereka dengan politik elit tingkat tinggi. Kalau bukan perempuan, kriminalisasi dan mungkin berakhir dengan pembunuhan secara berencana. Kasian. 

Sekarang, kita coba lihat berapa banyak kaum muda yang masuk ke arena politik praktis lalu keluar sebagai pemenang. Apakah gagasan revolusionernya masih bertahan? Ataukah sudah berubah menjadi reptil-reptil baru yang siap balas dendam? Kaum muda yang terbentuk gagasan revolusionernya hanya empat sampai lima tahun, maka siap-siap saja melihatnya mengubur gagasan tersebut hingga kedasar bumi paling bawah, dan siap-siaplah kalian kecewa para pendukung yang secara sukarela memberikan dukungannya. Secara teori yang saya buat sendiri, mereka mengalami Leadership Shock, sebuah kondisi dimana mereka kaget dan menjadi sangat latah tatkala menjadi seorang pemimpin. Gagasan revolusionernya ternyata tidak cocok dengan dunia yang dia masuki, dunia baru dengan segudang surga yang menjanjikan, serba seksi dan menggoda. Tidak perlu waktu yang terlalu lama untuk merubah otak kritisnya menjadi reptil-reptil baru di jagad modern. Otak kritisnya akan bergeser, dan suka sekali menyerang siapa saja yang menolak keinginannya. Nampak sekali, mereka menjadi sangat tidak pro rakyat dan perubahan yang berbasis kepentingan rakyat, dan pula mereka menjadi sangat lapar akan pujaan dan hormat. Kasian sekali. Mereka jauh dari komunitas yang membesarkannya, yang memberinya semangat, sebab dia perlahan-lahan mulai membenci gagasan ideal yang dulu suka di diskusikannya hingga dini hari. 

Mereka yang terbentuk oleh gagasan-gagasan revolusioner saja tidak bisa bertahan, mereka yang pernah jadi pimpinan sebuah organ daerah maupun nasional saja masih latah jika dibentuk hanya lima tahun, apalagi mereka kaum muda yang samasekali tidak pernah memiliki pengalaman memimpin disebuah lembaga kepemudaan yang sehari-harinya hanya mengkritisi tapi samasekali tidak pernah bisa berbuat, merekalah yang sangat rentan terkena Shock Leadership. Maybe..!

A/N Hamsir Jailani


Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com