Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Teman atau Sahabat ?

Kamu punya teman ngak?, bohong jika kamu tidak punya. Atau semacam kutukan mungkin bagi kamu jika kamu tak memiliki temana satupun. Aku rasa semua orang yang hidup didunia ini memiliki teman. Menurutmu teman itu apa?.  Pertanyaan sama yang perna aku lontarka di jejarin social, sala satuanya Yahoo Masager dan facebook. Seperti kamu, memiliki jawaban yang berbeda beda. Jawaban mereka juga berbeda beda. Mau tau, apa jawaban mereka?, ataukamu menganggap itu tidak penting untuk saya publis ditulisan ini. Tetapi kamu harus tau, bahwa sayalah orang yang memiliki hak proregatif dalam tulisan ini, karena aku yang menulis, bukan kamu atau anda. Maaf …
Baikalah aku kembali kemasalah inti. Apa jawaban mereka, teman yahooku saat aku beri pertanyaan.
“Menurut kalian teman itu apa?” itulah pertanyaan pertama saya.
Lia : …pengalamanku, teman itu kalu nasib dan kehidupan yang sama, kalu beda nasib akan lutur dan berubah.
MikaL: teman itu biasa aja.
Ridho : Teman kan orang yang uda lama kita kenal, ada yang baik, jahat, jujur, licik. Banyak deh sifatnya. Tetapi kalu yang baik bisa saling membantu, saling mengisi kekurangan masing masing, jalan jalan, makan, pokonya gitu deh ceritanya.
Baram: Teman ada disaat suka dan duka tetapi masih dibawa level sahabat. Teman itu penting tetapi lebih penting lagi sahabat. Saya punya sahabat yang sudah seperti saudara sendiri.
Fisone: Friend is someone who can save you or betray you.
Dika: menurut saya temanitu adalah orang yang telah kita kenal atau saling kenal  yang selalu menemani kita. Bahkan teman juga bisa jadi sahabat yang setia.
Dirman: menurut saya teman itu berbeda dengan sahabt, kalu teman tidak terlalu dekat, kalu sahabat itu relasinya akrab banget.
Nah, uda tau ngak apa jawaban teman teman mayaku?. Tentu kamu ingin juga mengeluarkan pendapatmu tentang sahabat, tetapi saying, walaupun kamu member tahuku sekarang, tidak mungkinaku tulis disini. Makanya, saranku, silahkan ambil kertas sendiri baru tulis. Jadi deh tu tulisan kamu.
Dari jaban mereka mereka itu, memculkan pertanyaan baru. Siapa suruh terlalu hebat dalam member jawaban. Makanya kalu tidak mau ditanya, bicara saja seadanya. Jawab pertanyaan yang membuat orang tidak bertanya lagi. Seperti dirikulah, yang suka ditiru oleh sahabatku Hamsir Jaelani, atau sapaan akrabnya Hamjal.
Coba anda perhatikan baik baik jawaban mereka!. Jelas diantara mereka itu ada yang mengeluarkan pendapat bahwa teman dan sahabat iotu berbeda. Maka dari itu pula aku mempertanyakan lagi, yang dimaksud sahabat itu apa?. Benar gank pertanyaanku?. Kalu salah, ya harap maklum saja. Dan jangan mengugatku karena ini tulisanku, ini mauku. Jelas? Hehehhe
Oke kita back ketopik, cieh….. aku mulai pake bahasa canggih. Pertanyaan saya juga ku post di jejaring social juga, tetapi berbeda dengan yang sebelumnya. Kalu pertanyaanku tentang sahabat saya pertanyakan di YM, kali ini petanyaan selanjutnya saya post di Facebook. Sepertinya kamu atau anda tidak boleh kabur karena bosan mendengarkan pertanyaanku. Kata dan
Pertanyaanku : Sahabat itu apa sih?
Jawab:
Adinda : akukan punya teman sejati and aku anggap aja sahabat karena dia selali temani hari hari. Dan beberapa bulan kemudian dia berubah, entah kenapa?
Menurutku, sahabat itu orang yang kenal kamu lebih dari diri kamu sendiri, bisa ngertiin kamu, kamu pasti ngerasa cocok dengan sahabatmu ini. Jangan yang semua yang dekat dengana kamu anggap sahabat,karena mencari sahabat itu butuh waktu seumur hidup.
Untungnya punya sahabat sih, menurutku jadi ada tempat untuk kamu lari sementara dari hidup. Masalah jadi ringan karena kalian selesaikan secara bersama.
JS Kahar : sahabat sejati bukan member saaat orang meminta, dia memiliki mata yang bisa menembus relung kebisuan sahabatnya. Ia member tanpa kata kata, tanpa menepuk dada. Btw, kalu kamu mau cari untung, tidak bakalan dapat sahabat, kalau partner bisnis mungkin saja, tetapi sahabat jangan harap, karena sahabat itu tidak mikir untung ruginya.
DOLOR: sahabat itu, aku hitam dia hitam, aku puti dia putih. Gak ada loh gak rame…
Kim: Sahabat itu ada ketika kita butuhkan. Saat bersama sahabat kita selalu share, hal hal yang penting samapai ke hal yang tidak penting. Dan ketika seorang sahabat memiliki problem, maka seluru sahabatnya akan ikut membantu menyelesaikan masalahnya.  Sahabat juga bisa menutupi semua kekurangan kita and melindungi kita. Dan bersama sahabat kita bisa mengalami hal hal yang tidak terduga, hal itu kadang menjadi moment indah saat dilakukan bersama.
Fitria: Sahabat ituteman disaat segalanya terjadi.
Gimana puaskan dengan jawaban teman temanku diatas, atau bisa juga kukatakan sahabat mayaku. Mereka telah mengurai arti pertemana dan persahabatn. Apa kamu atau anda tak bertanya padaku, apa arti teman dan sahabat?, meski tak kau tanyakan padaku tetapi aku benar benar sudih untuk memberikan pendapatku demi kamu anda dan kalian.
“Sahabat adalah teman yang tidak membicarakan keburukan kita , dia hanya membicarakan kebaikan dikala kita ada dan tidaka ada bersamanya”. Artinya seorang teman itu “Tidak na pacarita ri boko”. Maaf aku tak mau memberi tahumu apa arti kalimat yang diatas. Jika kamu dan anda mau tau, silahkan pertanyakan itu lewat akun Facebook aku!.
Begitulah yang bisa aku bicarakan tentang curhat curhatku mengenai teman dan sahabat. Ini pengalamanku bersama para teman atau sahabat mayaku di YM dan Facebook.
Selanjutnya aku mau memberitahumu arti Persahabatan yang berhasik kubaca di Wikipedia. Tetapi sebenarnya kamu juga bisa membacanya langsung. Tak apalah aku sampaikan disini,oke broder?. Hal yang kulakukan ini sangat sederhana, hanya membuka browser, mau pake Mozilla, googlecrom atau operamini, terserah dari pilihanmu saja kalai mau. Buka mesin pencari google dot com, ketikan dengan kata arti persahabatan diwikipedia, maka akan muncul apa yang kita bicarakan disini.
Menurut Wikipedia arti persahabatan adalah “Istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih dari sati entitas social. Dalam pengertian ini, istilah persahabatan menggambarkan suatu hubaungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut sesamanya dan menunjukan kesetiaansatu sama lain,seringkali hingga pada altruism. Selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, mereka menikmati kegiatan kegiatan yng mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku saling tolong menolong, seperti tukar menukar nasehat, dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reklektif, namun bagi banyak orang, persahabatansering kali tidak lebih dari kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidaka akan merugikan atau menyakitimereka.
Nilai yang terdapat dalam persahaabatan seringkali apa yang dihasilkan seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten. Kecendrungan untuk menginginkan apa yang terbaik satu sama lain. Simpati dan empati. Kejujuran, barang kali dalam keadaan keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran. Saling pengertia, seringkali ada angapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan perasaan yang mendalam”.
Gimana bro, uda ngerasa direfresh pemahamannya. Aku yakin itulah yang terjadi padamu saat kau baca pendapat dari artikel yang kukutif dari Wikipedia. Tetapi jangan larut dalam artikel itu, karena aku masih mau memberimu cerita persahabatan. Ini bisa saja adalah kisahmu dan bisa juga jadi kisahku, tetapi jangan kita berdebat persoalan ini karena yang kita fahamai bersama bahwa semua orang memiliki kisah persahabatan yang berbeda. Oke? Okelah kalu begitu.
Kamu pasti tidak ketinggalan dengan film flim Indonesia yang mengankat cerita persahabatan, atau bisa dibilang film dengan tema sahabat. Pernakah kamu melihat Film Mengejar Matahai?. Film itu adalah film darama tahun 2004 yang mengisahkan persahabatn empat pemuda miskinJakarta dari kecil hingga remaja. Persahabatan antara Ardi, Damar, Nino dan Apin. Persahbatan mereka retak ketika sosok Agni Arkadewi muncul dan dekat dengan Ardi.
Atau mungkin kamu perna menikmati sajian film Serigala Terakhir. Film ini juga merupakan film darama criminal dari Indonesia yang dirilis tahun 2009 yang disutradarai Upin Avianto. Film ini menceritakan tentang sekolompok remaja yang bertempat dipinggiran Jakarta. Mereka besar dan menjalin persahabatan yang kuat. Meraka adalah Ale, Jarot, Lukman, Sadat dan Jago. Persahabatn mereka mulai diuji saat ada keributan pada pertandingan sepak bola, yang pada saat itu lawan Ale ada yang membawa pisau. Tetapi Jarotlah yang berhasil melumpuhkan lawanya itu. Dia dirubuhkan olehnya, tiba tiba pisaunya tertusuk diperut saat Jarot merubuhkanya. Melihat kejadian itu semua jadi diam sejenak lalu kabur. Tinggalah Jarot sendirian, lalu dia dipenjara seorang diri. Dia menghabiskan masa sebagian masa hidupnya dalam penjara tanpa seorang teman yang dulu akrab, dijengukpun tidak.
Semua menjadi semakin kacau pada saat Jarot keluar dari penjara, dia bebas. Keputusannya untuk bergabun dikelompok Naga Hitam yang bermusuhan dengan kelompok Ale, seorang sahabatnya dulu. Intrik demi intrik pun semakin rumit. Terlebih lagi ketika Jarot menjalin cinta lama kembali lagi, bersama Asiya adik dari Ale.
Maaf ya aku terlalu panjang cerita film itu. Jujur aku suka bangaet film itu. Sama halnya ketika aku nonton film yang tak kalah hebatnya dengan film  5 cm. itu juga menyajikan arti persahabatn yang kuat. Pokonya rugi kalu tidak perna nonton film itu. Kita bisa ambil pelajaran dari film itu. Maksudku bercerita tentang film hanya ingin agar aku belajar dan mengerti tentang arti persahabatn lewat film yang kusebut diatas.
[..]
Aku masih ingat saat pertama kali keMakassar dengan naik motor. Iya, aku janjian dengan Mail, sala satu temanku yang kuanggap berjasa dalam perjalanan awalaku. waktu itu aku kebetulan ketemu diruma Hasan yang juga temanku. Tukan, temanku banyak. Apa aku bilang dari awal bahwa aku memiliki banyak teman. Dalampertemuan singkat itu, aku bersama Mail bersepakat keMakassar denga mengendarai motorku yang kuberi nama si Hitam Peok. Motor Shogun 110, istilah di Desaku dia lebih dikenal dengan sebutan shogun bontek.
Karena aku belum tau dengan jelas arah jalan menuju keMakassar, makanya yang menyetir si hitam peok itu adalah Mail, aku hanya dobonceng. Aku sangat senang karena akhirnya aku akan menginjakkan kakiku yang pertama diMakassar. Mungkin sakin gembiraku jantungku ikut dag dik duk seperti suara mesin mororku yang reok. Kwekwkwk.
Perjalananku kali ini bukan tak mengalami ganguan. aku masih ingat, tepatnya dijeneponto, aku hamper ditabrak mobil truk untungnya Mail masih sedikit lincah, meski begitu aku terbanting tetapi tidak parah karena tak ada darah dan rasa sakit yang kualami. Hanya perasaan panic yang kurasakan.
Sampailah aku diMakssar. Gedung gedung merbaris seperti pasukan menyambutku. Dalam hatiku bertanya. Oh…begini ya keadaan kota Makassar yang sering dicerita temanku. Maaf aku sedikit kampungan, karena memang aku tinggal di kampong makanya tidak heran jika aku terperangah menatap kota yang begitu besar dalam kecamataku.
Aku menuju lorong. Mail mengantarku ketempat yang tidak aku tau saat itu dan memanga aku tidak akan perna tau meski dia memberiku petunjuk lewat kata katanya karena namanya juga pertama menginjakkan kaki dikota ini. Ternyata rumah kecil yang aku datangi saat itu merupakan tempat tinggal si Rahman. Dia juga temanku. Aku menghabiskan waktu lelahku disitu. Dia juga menyambutku dengan baik. Memang dia orangnya baik, karena tidak perna makan sabun. He…he bercada.
Bincang bincangpun hangat saat itu. Dia mulai bertanya, aku kenapa bisa kesasar bersama Mail saat itu kerumahnya. Makanya aku mengatakan kedia maksud dan kedatanganku keMakassar untuk melanjutka pendidikanku. Aku ingin kuliah juga, walau dia sedikit tidak percaya.aku mulai serius dalam bincangku. Dan bertanya padanya, diaman aku bisa melanjutkan kuliahku. Dia memberiku banyak tempat, tetapi dia lebih menyarankan kepadaku agar aku mendaftar di Universitas Muhamadiya Makassar. Tempat diaman dia juga kuliah. Okelah, aku mengikuti saran dia, secara aku belum bisa mencari sendiri Universitas dimana aku harus berlabu. Kupikir dalam hal ini, dia adalah orang yang bisa membatuku setelah mail mengantarku keMakassar, dia juga termasuk orang yang membantuku.
Besok harinya, aku dan rahman menuju.Universita Muhamadiya Makassar untuk mendaftarkan diri sebaga calon mahasiswa baru disana. Aku harus memilih jurusan. Aku bingun mau milih jurusan apa. Tetapi Rahman memberiku saran agar aku ambil jurusan Sosiologi. Aku pikir itu saran yang tepat saat itu. Aku lulus disana, maksudku di Universitas Muhamadya Makssar, dengan jurusan Sosiologi. Tetapi aku belum daftar ulang karena persyaratanya harus bawa unag saat itu, makanya aku putuskan untuk pulang kampong lagi untuk mengambil seluruh persyaratn untuk daftar ulang karena aku sudah lulus. Sekaligus itu kepulanganku yang terakhir sebelm aku kuliah. Aku harus pamit sama orang tua dan keluargaku bahwa aku akan pergi mengembara di kota Daeng untuk menyelami ilmu pengetahuan. mungkin aku jarang pulang
[..]
Ini yang kedua aku keMakassar. Berbeda dengan sebelumnya, jika sebelumnya aku bersama Mail, kali aku hanya sendiri dan naik mobil sewa. Aku hanya menitip motorku dirumah Rahman. Tetapi bagiku ini yang pertama kalinya keMakassar dengan naik Mobil. Asik kataku, sumpah. Mungkin jika kamu baru pertama melakukan sesuatu amaka kesan pertama yang hadir adalah tidak menyenangkan dan pastinya kamu tidak menyukainya. Namu hal yang kulakukan kali ini yang pertama dan langsung kusukai.
Aku sudah sampai di rumah Kost Rahman. Dan yang perlu kau tau bahwa aku baru juga mendengarkan dan tau kata kost sejak tiga hari yang lalu saat aku datang pertama disini. Saat merka, Rahman dan Mail menyebutnya dan memberitahuku bahwa yang ditempati ini adalah Kost Kostan. Mungkin kamu tau jika sekarang, karena hal itu bukanlah benda asing buatmu. Jika aku menyebut kata Kost, maka pikiranku 2 x 3 meter. Begitulah Rumah yang kutempati saat itu.
Akumungkin kelelahan, makanya aku berbaring dengan maksud istraht. Tak lama kemudia aku mendengar ada yang mengetuk pintu. Aku cepat cepat berdiri dan membuak, karena mungkin saja itu adalah Rahman yang dari tadi keluar. Ternyata  yang dating bukan Rahman tetapi Alaluddin. Alauddin juga adalah orang sejak dulu aku kenal. Bagiku dia bukanlah orang yang asing dimataku. Aku mempersilahkan dia masuk. Meski aku melihat dari tatapanya bahwa dia sedang dalam kebingunan karena melihatku. Mungkin dia tidak menyangka bertemu denganku.
Aku melanjutka pembicaraan, tetapi kali ini aku tak banyak bertanya karena dialah yang banyak menyerangku pertanyaaan. Kamu kenapa bisa ada disini?. Tanyanya. Aku sengaja kesini dengan maksud mau melanjutkan kuliah. Jadi, kamu kuliah dimana?. Aku belum kuliah, tetapi aku sudah mendaftarkan diri jadi calon Mahasiswa baru di Universitas Muhamadiya Makassar. Apa…..?, dengan ekspresi kaget. Kenapa kamu daftar disitu, kenapa dak coba Universitas lain?, cobalah keluar dari kerumunan orang orang Bantaeng. Harus kamu tau bahwa di UNISMUH itu adalah tempat dimana banyak sekali orang Bantaeng disana. Jadi coba sesuatu yang tidak banyak orang tau disana, termasuk kamu harus mencoba keluar dari kebiasaan orang bantaeng kuliah, carilah tempat kuliah yang disana tidak banyak orang Bantaeng. Jadi kamu bisa memperbanyak pertemanan denga orang dari Kabupataeng lain.
Lama aku berbincang bincang denga Alauddin, dan apa yang dia bicarakan masuk akal buatku, termasuk harus mencaru Universitas lain yang disana tidak banyak oaring Bantaeng berkuliah disana. Hari itu juga aku dan Alauddin keluar mencari itu. Terdaparlah aku kerappo cini. Aku melihat disana ada Universitas Indonesia Timur. Kau harus tau, bahwa dirimu bisa saja terheran heran ketika melihat gedung gedung perkuliahan di Universitas itu. Tidaklah mirip dengan kampus kebiasaaan, tapi lebih mirip dengan Ruko. Kata orang, memanga Universitas Indonesia TImur itu adalah Ruko.
Meadaanya memprihatinkan dalam pikiranku, namun aku tetap mendaftarkan diri jadi Mahasiswa disana. Dan juga harus kau tau, dulu waktu saya mendaftar disana masih gratis. Aku masih ingat bahwa saat saya mendaftar itu tahun 2007. Aku mendaftar dengan jurusan Hukum pidana. Mungkin itu pilahan yang menarik buatku, dan aku suka atas pilihanku itu. Hari itu juga semua aku bereskan dan mendaftar ulang sebab besoknya aku haru ujian. Aku pasti lulus, dan ternyata itu benar.
Aku telah menjatuhkan pilihan dimana aku harus kuliah, antara memilih Universitas Muhamadiya Makassar atau Universitas Indonesia Timur. Pilihanku adalah Universitas Indonesia Timur. Aku telah member kabar ke Rahman bahwa aku tidak jadi kuliah di Universitas Muhamadiya Makassar, sebab aku menjatuhkan pilihanku ketempat lain. Semoga Rahman tidak kecewa atas pilihanku ini, meski dia kecewa karena tidak mengikuti pilihanya, tapi saat itu aku ngak pedului. Ini urusanku dan pilihanku, yang akan menjalani juga adalah aku.
Hari itupun aku mengirim pesan ke Nadya bahwa aku sudah ada diMakassar dan kuliah di Universita Indonesia Timur. Mungkin ini adalah surprise buat dia , karena sebelumnya aku tidak memberinya kabar sedikitpun dan aku belum perna ketemu sejak kejadian ketidak lulusanku disekolah. Kupikir dia akan bahagia mendengar kabar dariku. Benar, apa yang ada dalam pikiranku ternyata dia bahagia dan senang. Aku telah berhasil menepati kesepakatan untuk sama sama lanjut di Makassar, meski aku harus berbeda Universitas. Aku di Universitas Indonesia Timur dan dian di Universitas Negri Makassar. Tetapi itu bukanlah soal buat kami berdua, intinya aku sama sama kuliah di Makassar.
[..]
kalimatnya hamper sama, tapi percayalah jawaban teman temanku di Facebook tidak membosanka. Makanya jangan menutup bukumu jaiak kamu tidak mau menyesal dalam hidupmu.

(a/n Sabri)
Bagi Artikel ini


Post a Comment

 

Alamat

Bantaeng-Indonesia
HP : +6285242923601
Email : safhiqsaah@yahoo.com
Pin : 73CDD5F8

Sosial Media





Copyright © 2014

Copyright © 2014
Copyright © 2014. Media Karya Publikasi - All Rights Reserved
Edit by Sabri Sajha Powered by safhiqsaah.com